<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Wiku Suryomurti &#187; risiko</title>
	<atom:link href="http://wikusuryomurti.com/tag/risiko/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://wikusuryomurti.com</link>
	<description>Konsultan Ekonomi Keuangan Investasi Syariah</description>
	<lastBuildDate>Tue, 15 May 2012 14:19:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Money Game dan Skema Ponzi berkedok Investasi</title>
		<link>http://wikusuryomurti.com/money-game-dan-skema-ponzi-berkedok-investasi/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=money-game-dan-skema-ponzi-berkedok-investasi</link>
		<comments>http://wikusuryomurti.com/money-game-dan-skema-ponzi-berkedok-investasi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Apr 2012 20:49:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Investasi]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi syariah]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[logam mulia]]></category>
		<category><![CDATA[ponzi]]></category>
		<category><![CDATA[risiko]]></category>
		<category><![CDATA[syariah]]></category>
		<category><![CDATA[vgmc]]></category>
		<category><![CDATA[Wiku]]></category>
		<category><![CDATA[Wiku Suryomurti]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wikusuryomurti.com/?p=440</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan berikut memaparkan hasil penelitian saya atas pertanyaan yang diajukan kepada saya tentang skema investasi dari sebuah perusahaan yang dikatakan bergerak di bidang pertambangan emas. &#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211; Saya telah mengikuti banyak thread dan meneliti skema investasi yang marak beberapa waktu ini di Indonesia dan sejumlah negara Asia (singapura, malaysia dsb). Baik itu VGMC maupun kloningannya seperti [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tulisan berikut memaparkan hasil penelitian saya atas pertanyaan yang diajukan kepada saya tentang skema investasi dari sebuah perusahaan yang dikatakan bergerak di bidang pertambangan emas.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p>Saya telah mengikuti banyak thread dan meneliti skema investasi yang marak beberapa waktu ini di Indonesia dan sejumlah negara Asia (singapura, malaysia dsb). Baik itu VGMC maupun kloningannya seperti ECMC..</p>
<p>Model investasi bertema Money game ini menggunakan skema PONZI dan pada saatnya, gelembung itu akan pecah. Dan ketika itu akan banyak orang yang menjadi korban ketika investasi sebesar 65 juta nya tak kembali.<a href="http://wikusuryomurti.com/wp-content/uploads/2012/04/money-game.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-476" title="money game" src="http://wikusuryomurti.com/wp-content/uploads/2012/04/money-game.jpg" alt="" width="338" height="450" /></a></p>
<p><strong>Apa itu skema Ponzi?</strong></p>
<p>Skema Ponzi diperkenalkan oleh Ponzi di amerika. Skema ini laiknya money game dimana <strong>tak ada transaksi riil</strong> yang terjadi, namun berupa gali lubang tutup lubang. Jadi keuntungan yang didapatkan investor awal, diperoleh dari uang pendaftaran investor baru. Begitu seterusnya hingga suatu saat ketika jumlah investor baru terlalu sedikit, Pengelola usaha tak mampu membayar keuntungan untuk investor awal, yang akibatnya macet. Dan ketika investor yang mendaftar belakangan ingin menarik dana mereka, modal mereka sudah habis.</p>
<p>Pola investasi akal-akalan ini pernah terjadi beberapa kali di Indonesia. Sebut saja kasus Yayasan Kesejahteraan Adil Makmur, lalu juga PT Qurnia Subur Alam Raya atau QSAR. Di Amerika sendiri belum lama berselang adalah yang di lakukan oleh <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bernard_Madoff"><strong>Madoff</strong></a></p>
<p><img class="alignnone" src="http://www.marfdrat.net/wp-content/uploads/2011/09/anatomy_of_pozi_scheme_s.jpg" alt="" width="540" height="504" /></p>
<p>Dalam skema Ponzi, investor dijanjikan akan mendapatkan penghasilan dengan cara cepat dan berlipat <em>(quick and rich scheme)</em> dari sejumlah uang yang diinvestasikan. Padahal, imbal hasil dalam jumlah besar yang diterima oleh seorang investor tersebut sebenarnya berasal dari uang yang disetorkan oleh investor lain.</p>
<p><img class="alignnone" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/0/0a/Ponzi.jpg" alt="" width="196" height="289" /></p>
<p><strong>Ciri-Ciri skema Ponzi</strong></p>
<ol>
<li> Sistem bertingkat dan jejaring</li>
<li>Investor baru membayar profit investor lama</li>
<li>Tak ada transaksi riil. jika terlihat ada, itu hanya kamuflase atau cover nya saja. Disamarkan dengan menyertakan produk atau jasa yang disebut dengan <em>inventory loading</em></li>
<li>Menjanjikan keuntungan berlipat ganda dan fix di depan, bahkan bisa lebih dari 100 persen setahun.</li>
</ol>
<p><strong>Bagaimana cara mereka menarik investor (korban) baru?</strong></p>
<ol>
<li>Gala dinner,</li>
<li>media coverage,</li>
<li>Internet Video,</li>
<li>streaming broadcast, etc.</li>
</ol>
<p>Adalah sebagian cara yang dilakukan VGMC atau investasi berbaju skema Ponzi lain untuk memikat prospek-prospeknya. Ini seperti reaksi berantai bom nuklir. Jadi berhati-hatilah dan jaga teman anda dan keluarga Anda supaya tidak menjadi bagian dari ledakan kehancuran ini. sekali Anda berada di &#8220;dalam&#8217;, Anda akan terbutakan mata dan hati melihat kemilau palsu tersebut.</p>
<p>Tanda meletusnya gelembung investasi ini adalah ketika pembayaran profit yang dijanjikan mulai seret atau telat. itu adalah signal bahwa sebentar lagi korban akan berjatuhan dan mulai banyak yang melapor kepada yang berwajib &#8212; namun itu sudah terlambat !!</p>
<p>di malaysia dan singapore, vgmc sudah masuk daftar scam yang harus diwaspadai:</p>
<p><a href="http://www.sc.com.my/main.asp?pageid=1032&amp;menuid=272&amp;newsid=&amp;linkid=&amp;type=">Malaysia</a></p>
<p><a href="http://www.moneysense.gov.sg/check_our_list/Consumer_Portal_IAL.html#v">Singapore</a></p>
<p>Dan jika kita melihat <a href="http://www.24hgold.com/english/listcompanies.aspx?fundamental=true">daftar perusahaan pertambangan emas dunia</a>, tak ada nama Virgin Gold yg berkantor di Panama.</p>
<p>Bagi para VGMC-ers coba tanyakan:</p>
<ol>
<li>Di mana tambang emas yang mereka VGMC klaim bahwa mereka miliki atau beroperasi?</li>
<li>Mengapa mereka tidak terdaftar dalam asosiasi perdagangan?</li>
<li>Mengapa tidak ada perusahaan pertambangan yang sah pernah mendengar tentang mereka?</li>
<li>Katanya punya lebih dari 500 karyawan di Global headquarter di Panama. Mengapa &#8220;kantor pusat global&#8221; mereka hanya memiliki dua orang karyawan, dan dua-duanya wanita lokal Panama?  &#8211;&gt; Saya punya sumber informasi yang telah berkunjung ke kantor di panama dan hanya menemukan dua wanita itu&#8230;</li>
<li>Siapa partner bisnis mereka dan perusahaan ventura yang bersama mereka mengklaim telah berinvestasi?</li>
<li>Dimana emas yang mereka klaim telah dimiliki?</li>
<li>Mengapa mereka tidak kredibel dan mempublikasikan laporan keuangan diaudit secara independen?</li>
<li>Katanya telah beroperasi sejak 1999, ternyata kantor mereka baru disewa sejak 2009</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Kajian secara Syar&#8217;i</strong></p>
<ol>
<li>Terdapat unsur <strong>Riba</strong>;  karena menjanjikan keuntungan fix di depan</li>
<li>Terdapat unsur <strong>Gharar</strong>; karena Tidak memberikan informasi lengkap tentang usahanya. Tidak ada laporan keuangan perusahaan. Tidak ada prospektus. Tidak ada pernyataan kesyariahan dari DSN</li>
<li>Terdapat unsur <strong>Maysir ; </strong>spekulasi atau judi karena berasumsi harga emas akan selalu naik</li>
</ol>
<p>Adalah sah jika dikatakan investasi bodong berbalut &#8220;emas&#8221; palsu ini TIDAK sesuai SYARIAH.</p>
<p>Jika ada yang mengatakan bahwa setiap investasi/bisnis memiliki risiko dan VGMC juga memiliki risiko, maka jawab saya: Benar bahwa bisnis dan investasi memiliki risiko. Akan tetapi risiko tidak sama dengan penipuan. Risiko bisa dikuantifikasi namun penipuan tidak. Skema ponzi adalah <strong>penipuan</strong> karena memberikan informasi yang tidak sesuai, tidak transparan, dan itu adalah <strong>KECURANGAN</strong>&#8230; bukan risiko.</p>
<p>So, jika Anda seorang muslim, segera tinggalkan ..itu saran/nasihat saya buat Anda. Berinvestasilah secara baik dan benar. Ikuti tuntunan agama. Hindari apa yang dilarang dan juga yang remang-remang.</p>
<p>salam,</p>
<p>ingin berdiskusi bersama saya? silakan mention twitter @wikusuryomurti</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wikusuryomurti.com/money-game-dan-skema-ponzi-berkedok-investasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bisnis yang Menguntungkan Menurut Islam</title>
		<link>http://wikusuryomurti.com/bisnis-yang-menguntungkan-menurut-islam-2/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=bisnis-yang-menguntungkan-menurut-islam-2</link>
		<comments>http://wikusuryomurti.com/bisnis-yang-menguntungkan-menurut-islam-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Feb 2012 12:30:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis islam]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi islam]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi syariah]]></category>
		<category><![CDATA[risiko]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wikusuryomurti.com/?p=149</guid>
		<description><![CDATA[oleh Wiku Suryomurti ST MSi Diantara kita biasanya mempunyai usaha sampingan selain pekerjaan tetap di kantor. Atau mungkin usaha sampingan itu merupakan sumber nafkah utama, sedangkan pekerjaan kantor hanya untuk rutinitas dan pendapatan tetap per bulan. Apapun sumber nafkah Anda, Islam telah menggariskan agar kita senantiasa mendapatkannya di jalan halal dengan bekerja. Usaha, bisnis, perniagaan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>oleh Wiku Suryomurti ST MSi</p>
<p>Diantara kita biasanya mempunyai usaha sampingan selain pekerjaan tetap di kantor. Atau mungkin usaha sampingan itu merupakan sumber nafkah utama, sedangkan pekerjaan kantor hanya untuk rutinitas dan pendapatan tetap per bulan. Apapun sumber nafkah Anda, Islam telah menggariskan agar kita senantiasa mendapatkannya di jalan halal dengan bekerja.</p>
<p><a href="http://wikusuryomurti.com/wp-content/uploads/2012/02/bisnis-untung.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-151" title="bisnis-untung" src="http://wikusuryomurti.com/wp-content/uploads/2012/02/bisnis-untung.jpg" alt="" width="448" height="336" /></a>Usaha, bisnis, perniagaan atau apapun namanya tidak akan lepas dari untung dan rugi. Karena kita tidak pernah tahu apa yang akan kita peroleh dari hasil usaha kita.</p>
<p>Firman Allah dalam surat Luqman ayat 31 yang artinya:</p>
<blockquote><p><em>“…dan tidak seorangpun yang dapat mengetahui dengan pasti apa-apa yang diusahakannya besok…”</em> (QS Luqman [31]: 34).</p></blockquote>
<p>Dengan demikian, untung atau rugi akan senantiasa menjadi sesuatu yang harus diperhitungkan oleh setiap usahawan atau kalangan pebisnis. Ayat tersebut juga merupakan salah satu ayat yang menjelaskan pentingnya manajemen risiko dalam kacamata Ekonomi Islam.</p>
<p>Namun sebenarnya, kalangan pebisnis tidak perlu kawatir tentang untung rugi ini karena Allah sendiri bersedia menunjukkan jalan agar usaha kita senantiasa dilimpahi keuntungan dan keberkahan. Dalam sebuah ayat, Allah berfirman: “<em>Maukah engkau Aku tunjukkan jalan ke arah perniagaan yang menguntungkan?”</em></p>
<p>Menguntungkan alias tidak merugi. Kemana kita mencari petunjuk Allah tersebut? Jawabannya sederhana. Perhatikan istilah “tidak merugi”. Istilah tersebut dapat kita temukan dalam sebuah surat pendek yaitu Al Ashr. Allah berfirman dalam surat tersebut:</p>
<ol>
<li><em></em><em>Demi Masa</em></li>
<li><em></em><em>Sesungguhnya manusia senantiasa berada dalam kerugian.</em></li>
<li><em></em><em>Kecuali mereka yang Beriman, Beramal Sholeh, Saling mengingatkan dalam kebenaran dan Saling mengingatkan dalam kesabaran.</em></li>
</ol>
<p>Dalam tafsir menurut pandangan ekonomi islam, berdasarkan surat tersebut, ada 4 kriteria agar usaha kita tidak merugi alias menguntungkan:</p>
<p>1. Beriman, ini kaitannya dengan Hablumminallah. Bisnis, akan senantiasa dikaruniai keuntungan dan keberkahan selama pelakunya tetap beriman kepada Allah. Keuntungan tersebut bukan semata-mata diukur dari nominalnya uang, tapi juga keberkahan dari rejeki tersebut.</p>
<p>2. Beramal sholeh, berkaitan dengan hablumminannas. Berbuat baik selama menjalankan usaha, tidak berat menolong mereka yang dalam kesulitan, katakanlah masalah permodalan, perizinan, relasi. Insya Allah, amal tersebut akan dibalas dengan keuntungan yang berlipat ganda.</p>
<p>3. Saling mengingatkan dalam kebenaran, berkaitan juga dengan habluminannas. Dalam berbisnis, kejujuran merupakan salah satu aspek yang sangat berharga. Kejujuran dapat mempererat relasi dengan mitra bisnis kita, sehingga wajar apabila ia dikatakan sebagai mata uang yang berlaku dimana-mana. Sebagai usahawan yang islami, kita perlu untuk saling mengingatkan sesama kita, agar selalu menjalankan usaha dalam koridor islam, misalnya menghindari praktek penyuapan, penyelundupan, penipuan, mengurangi timbangan, korupsi dan sebagainya. Senantiasa di jalan kebenaran, jalan yang diridhoi Allah, maka Allah akan menambah rezeki dan nikmat-Nya kepada kita.</p>
<p>4. Saling mengingatkan tentang sabar, juga berkaitan dengan habluminannas. Menjalankan usaha tidak terlepas dari masa cerah dan masa suram. Saat masa suram, misalnya penjualan menurun, dagangan sepi, ataupun saat ditimpa musibah seperti ditipu mitra bisnis, maka tugas kita adalah untuk saling mengingatkan agar bersabar. Semua kendala, hambatan dan masalah itu bisa diambil hikmahnya. Insya Allah dengan mengingatkan dalam kesabaran ini, akan terbuka pintu rezeki lain, menemukan celah pasar yang baru misalnya dengan menggeser paradigma (<em>paradigma shifting</em>), ataupun merubah positioning, segmentation dan differentiation produk kita.</p>
<p>Demikian uraian singkat ini, yang mana dapat kita simpulkan bahwa dari 4 kriteria agar tidak merugi tersebut di atas, 3 di antaranya adalah menyangkut hubungan antar manusia (habluminannas). Kesimpulan itu sungguh sesuai dengan konsep ekonomi, di mana ekonomi adalah kerja kolektif, kerja sosial. Setiap individu tidak akan bisa maju dan berkembang tanpa adanya interaksi dengan individu lain. Seperti sarang lebah, setiap bidang heksagon harus berinteraksi dengan bidang heksagon lain sehingga tercipta sarang berisi madu yang kuat dan bermanfaat bagi umat.</p>
<p>Firman Allah dalam surat An Nahl ayat 69:</p>
<blockquote><p><em>“Dari perut lebah itu ke luar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia.”</em></p></blockquote>
<p>Subhanallah, Allahu akbar. Semoga bermanfaat</p>
<p>Wallahu alam bishawab.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wikusuryomurti.com/bisnis-yang-menguntungkan-menurut-islam-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kuesioner Profil Risiko</title>
		<link>http://wikusuryomurti.com/kuesioner-profil-risiko/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=kuesioner-profil-risiko</link>
		<comments>http://wikusuryomurti.com/kuesioner-profil-risiko/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Feb 2012 04:36:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Investasi]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[Perencanaan Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[risiko]]></category>
		<category><![CDATA[syariah]]></category>
		<category><![CDATA[Wiku]]></category>
		<category><![CDATA[Wiku Suryomurti]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wikusuryomurti.com/?p=106</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Wiku Suryomurti ST MSi Umumnya tidak ada ukuran baku pertanyaan yang diajukan dalam sebuah kuesioner profil risiko investor. Namun secara garis besar pertanyaannya adalah seperti berikut. Usia Di atas 50 tahun 40-50 tahun 30-40 tahun 21-30 tahun Penghasilan Gaji bulanan Hasil usaha Dana cadangan Tujuan Investasi Jangka pendek Jangka menengah Jangka Panjang Dana yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh Wiku Suryomurti ST MSi<br />
</strong></p>
<p><a href="http://wikusuryomurti.com/wp-content/uploads/2012/02/Investing_Decisions.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-107" title="Investing_Decisions" src="http://wikusuryomurti.com/wp-content/uploads/2012/02/Investing_Decisions.jpg" alt="" width="337" height="506" /></a>Umumnya tidak ada ukuran baku pertanyaan yang diajukan dalam sebuah kuesioner profil risiko investor. Namun secara garis besar pertanyaannya adalah seperti berikut.</p>
<p style="text-align: center;">
<ol start="1">
<li>Usia</li>
<ul>
<li>Di atas 50 tahun</li>
<li>40-50 tahun</li>
<li>30-40 tahun</li>
<li>21-30 tahun</li>
</ul>
<li>Penghasilan</li>
<ul>
<li>Gaji bulanan</li>
<li>Hasil usaha</li>
<li>Dana cadangan</li>
</ul>
<li>Tujuan Investasi</li>
<ul>
<li>Jangka pendek</li>
<li>Jangka menengah</li>
<li>Jangka Panjang</li>
</ul>
<li>Dana yang disisihkan untuk investasi</li>
<ul>
<li>Kurang dari 5%</li>
<li>5-10%</li>
<li>10- 25%</li>
</ul>
<li>Produk investasi yang sudah dimiliki</li>
<ul>
<li>Deposito</li>
<li>Tanah/bangunan</li>
<li>Obligasi/sukuk</li>
<li>Saham Reksadana</li>
</ul>
<li>Kesiapan bila mengalami kerugian akibat fluktuasi nilai investasi</li>
<ul>
<li>Sanggup menanggung hingga 10 %</li>
<li>Sanggup menanggung hingga 25 %</li>
<li>Sanggup menanggung hingga lebih dari 25 %</li>
</ul>
<li>Pemahaman atas produk-produk investasi dan risiko produknya</li>
<ul>
<li>Kurang paham</li>
<li>Cukup paham</li>
<li>Sangat paham</li>
</ul>
</ol>
<p>Usia yang masih muda, semakin panjang horison investasi, semakin siap menanggung potensi kerugian dalam jangka pendek, paham terhadap produk-produk investasi maka Anda akan cenderung mempunyai profil investor yang agresif</p>
<p>Sementara jika usia sudah cukup berumur, horison investasi menengah atau pendek, hanya sanggup menanggung kerugian dalam jumlah keicl,  pemahaman terhadap produk investasi kurang, maka cenderung mempunyai profil investor yang konservatif.</p>
<p>Dan yang mendekati antara keduanya atau bersifat pertengahan, maka cenderung mempunyai profil risiko moderat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Semoga bermanfaat</p>
<p>salam,</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wikusuryomurti.com/kuesioner-profil-risiko/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

