06:54 pm - Sunday 20 May 2012

Konsep Investasi Syariah

By wiku - Mon Feb 13, 3:42 am

Oleh Wiku Suryomurti ST. MSi

Pada hakekatnya, investasi adalah proses ekonomi yang menggunakan sumber daya atau modal untuk merangsang dan menciptakan proses produksi antara lain menghasilkan komoditas yang dapat dipertukarkan (exchange). Kegiatan tersebut bertujuan menciptakan manfaat (utility) bagi pemilik sumberdaya maupun pengelolanya baik di masa kini maupun di masa mendatang.

Dalam berinvestasi kita patut meneladani baginda Rasulullah saw karena beliau telah mengajarkan prinsip-prinsip yang dapat kita pegang agar tidak tersesat. Sebagai contoh, mari kita kaji 4 sifat utama nabi, yaitu: Shiddiq, Amanah, Tabligh, Fathonah.

  1. Shiddiq (jujur atau Berkata benar)

Investasi dilakukan pada produk investasi yang jujur dalam produk itu sendiri, dalam prosesnya dan juga jujur dari pembagian hasil atau return-nya.

  1. Amanah (Dapat dipercaya)

Artinya investasi pada produk yang dapat dipercaya. Dipercaya kehalalannya, dan kesesuaiannya dengan syariah (shariah compliance). Serta  juga pada orang yang mampu mengemban amanah

  1. Tabligh (menyampaikan)

Menyampaikan semua informasi yang diperlukan dalam investasi. Hal ini menjadi satu faktor yang sekarang disebut sebagai transparansi dan good governance.

  1. Fathonah (pandai)

Bagi yang berinvestasi, agar tidak bosan belajar tentang bidang investasi yang akan diterjuni. Dengan pemahaman dan pengetahuan yang baik, potensi risiko yang dapat mengakibatkan kerugian dapat diminimalisasi.

Demikian baginda Nabi dengan sifat-sifatnya telah menjadi suri tauladan bagi kita semua dalam segala aspek kehidupan. Termasuk pula dalam bermuamalah atau bertransaksi yang melibatkan harta benda dan berinvestasi.

Beribadahlah seolah-olah engkau akan mati besok, bekerjalah dengan giat seolah-olah engkau akan hidup selama-lamanya adalah salah satu yang dicontohkan oleh baginda nabi. Sebagai khalifah Allah, dalam berinvestasi kita patut memperhatikan:

  1. Berusaha memakmurkan bumi dengan ilmu yang dimiliki dan mengamalkannya
  2. Mendorong kemajuan di bidang produksi dan investasi di sektor riil
  3. Bahwa metode dan cara berproduksi dan investasi diserahkan pada keinginan dan kemampuan kita
  4. Islam menyukai kemudahan, oleh sebab itu maka mudahkanlah segala urusan, menghindari kemudharatan dan memaksimalkan manfaat

semoga bermanfaat.

salam,

ingin berkomunikasi dengan saya? follow @wikusuryomurti

Leave a Reply