<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>wikusuryomurti.com</title>
	<atom:link href="http://wikusuryomurti.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://wikusuryomurti.com</link>
	<description>Konsultan Ekonomi Keuangan Investasi Syariah</description>
	<lastBuildDate>Sat, 04 Feb 2012 12:48:35 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Tangan Kasar Itu</title>
		<link>http://wikusuryomurti.com/tangan-kasar-itu/</link>
		<comments>http://wikusuryomurti.com/tangan-kasar-itu/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Feb 2012 12:48:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis islam]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi islam]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi syariah]]></category>
		<category><![CDATA[syariah]]></category>
		<category><![CDATA[Wiku]]></category>
		<category><![CDATA[Wiku Suryomurti]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wikusuryomurti.com/?p=154</guid>
		<description><![CDATA[oleh Wiku Suryomurti ST MSi Tangan kasar itu “Bang!” seruku memanggil seorang tukang sol sepatu yang kebetulan lewat depan rumahku. Bergegas aku ke dalam rumah mengambil sepatu olahragaku yang sekilas masih nampak bagus, setidaknya menurutku walaupun solnya sudah mulai kurang lengket namun masih cukup tebal. Ketimbang beli baru pikirku. Tukang sol itu menghampiriku. Kutaksir umurnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>oleh Wiku Suryomurti ST MSi</p>
<p><strong>Tangan kasar itu </strong></p>
<p><a href="http://wikusuryomurti.com/wp-content/uploads/2012/02/tangan-kasar.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-155" title="tangan kasar" src="http://wikusuryomurti.com/wp-content/uploads/2012/02/tangan-kasar.jpg" alt="" width="360" height="297" /></a>“Bang!” seruku memanggil seorang tukang sol sepatu yang kebetulan lewat depan rumahku. Bergegas aku ke dalam rumah mengambil sepatu olahragaku yang sekilas masih nampak bagus, setidaknya menurutku walaupun solnya sudah mulai kurang lengket namun masih cukup tebal. Ketimbang beli baru pikirku.</p>
<p>Tukang sol itu menghampiriku. Kutaksir umurnya sedikit di atas umurku, namun penampilannya kelihatan jauh lebih tua. Mungkin karena kerasnya perjuangan hidupnya.</p>
<p>“Bisa ini dijahit keliling?” Tanyaku. ”Bisa, Pak” jawabnya.<br />
“Oke, silahkan, saya sambi dengan nyuci mobil” sambungku.</p>
<p>Dengan cekatan ia membuka kotak perkakasnya dan mengeluarkan isinya. Ada benang, lem, karet sol tipis dan jarum sol. Dengan lincah, jari jemarinya bergerak mulai menjahit sepatu tersebut.</p>
<p>Sepatu bermerk kasogi tersebut aku beli sekitar empat tahun lalu di sebuah toko di batam sewaktu aku masih bertugas di sana. Aku menyenanginya karena bobotnya yang enteng dan modelnya tidak norak. Tanpa sadar aku teringat berita di tv kemarin yang menayangkan berita buruh pabrik sepatu tersebut yang melakukan demo menuntut pesangon akibat di-phk. Krisis masih ada di negeri ini. Pabrik sepatu yang berlokasi di surabaya itu tutup karena bangkrut dan tidak sanggup bersaing di era persaingan bebas saat ini.</p>
<p>Sambil terus mengelap mobilku, sesekali kulirik ia yang masih asyik menjahit sepatuku. Pandanganku terarah pada telapak tangannya. Tampak sedikit kasar dan agak kotor. Ingatanku melayang pada sebuah riwayat tatkala Rasulullah baru pulang dari Perang Tabuk. Rasulullah melalui pasar dan bertemu dengan seorang sahabat yaitu Saad bin Muadz. Beliau bertanya tentang tangan Saad bin Muadz dan dijawab bahwa tangannya demikian karena ia harus bekerja keras untuk menafkahi keluarganya walaupun pekerjaan kasar sekalipun. Rasulullah kemudian menciumi tangan tersebut seraya berkata “Sesungguhnya tangan yang kasar ini tidak akan disentuh oleh api neraka”. Sedangkan dalam riwayat lain disebutkan “tangan ini lebih dicintai Allah dan rasul-Nya”.</p>
<p>********</p>
<p>Pak, ini sudah selesai…” kata tukang sol tersebut beberapa waktu kemudian.<br />
“Berapa? Tanyaku.<br />
“Lima ribu…” singkat.</p>
<p>Aku pikir lima ribu tak perlulah kutawar karena toh tak setiap hari atau setiap bulan aku membutuhkan jasanya.</p>
<p>Segeraku mengambil selembar lima ribuan dari kantong dan menyerahkan kepadanya.</p>
<p>“Terima kasih, Pak” ujarnya lalu mulai membereskan peralatannya.<br />
“Oya, ini buat di jalan kalau haus bang” kataku sambil mengulurkan segelas air mineral yang masih utuh yang aku ambil dari dalam mobilku. Wajahnya langsung berubah berseri-seri dan tersenyum.<br />
“Terimakasih banyak, Pak.”</p>
<p>Dimasukkannya air mineral dalam gelas itu ke dalam kotak lalu ia pun berlalu.</p>
<p>*****</p>
<p>Hingga pada detik ini, kubayangkan negeri ini akan mempunyai pemimpin seperti baginda nabi saw. Mengingat kembali kisah mengharukan tersebut ketika tak segan beliau mencium telapak tangan umatnya yang kasar sambil mengelukannya di hadapan para sahabat sebagai tangan yang mulia karena digunakan untuk mencari rizki dengan cara yang halal.</p>
<p>Alangkah mulianya. Semoga</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wikusuryomurti.com/tangan-kasar-itu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bisnis yang Menguntungkan Menurut Islam</title>
		<link>http://wikusuryomurti.com/bisnis-yang-menguntungkan-menurut-islam-2/</link>
		<comments>http://wikusuryomurti.com/bisnis-yang-menguntungkan-menurut-islam-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Feb 2012 12:30:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis islam]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi islam]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi syariah]]></category>
		<category><![CDATA[risiko]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wikusuryomurti.com/?p=149</guid>
		<description><![CDATA[oleh Wiku Suryomurti ST MSi Diantara kita biasanya mempunyai usaha sampingan selain pekerjaan tetap di kantor. Atau mungkin usaha sampingan itu merupakan sumber nafkah utama, sedangkan pekerjaan kantor hanya untuk rutinitas dan pendapatan tetap per bulan. Apapun sumber nafkah Anda, Islam telah menggariskan agar kita senantiasa mendapatkannya di jalan halal dengan bekerja. Usaha, bisnis, perniagaan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>oleh Wiku Suryomurti ST MSi</p>
<p>Diantara kita biasanya mempunyai usaha sampingan selain pekerjaan tetap di kantor. Atau mungkin usaha sampingan itu merupakan sumber nafkah utama, sedangkan pekerjaan kantor hanya untuk rutinitas dan pendapatan tetap per bulan. Apapun sumber nafkah Anda, Islam telah menggariskan agar kita senantiasa mendapatkannya di jalan halal dengan bekerja.</p>
<p><a href="http://wikusuryomurti.com/wp-content/uploads/2012/02/bisnis-untung.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-151" title="bisnis-untung" src="http://wikusuryomurti.com/wp-content/uploads/2012/02/bisnis-untung.jpg" alt="" width="448" height="336" /></a>Usaha, bisnis, perniagaan atau apapun namanya tidak akan lepas dari untung dan rugi. Karena kita tidak pernah tahu apa yang akan kita peroleh dari hasil usaha kita.</p>
<p>Firman Allah dalam surat Luqman ayat 31 yang artinya:</p>
<blockquote><p><em>“…dan tidak seorangpun yang dapat mengetahui dengan pasti apa-apa yang diusahakannya besok…”</em> (QS Luqman [31]: 34).</p></blockquote>
<p>Dengan demikian, untung atau rugi akan senantiasa menjadi sesuatu yang harus diperhitungkan oleh setiap usahawan atau kalangan pebisnis. Ayat tersebut juga merupakan salah satu ayat yang menjelaskan pentingnya manajemen risiko dalam kacamata Ekonomi Islam.</p>
<p>Namun sebenarnya, kalangan pebisnis tidak perlu kawatir tentang untung rugi ini karena Allah sendiri bersedia menunjukkan jalan agar usaha kita senantiasa dilimpahi keuntungan dan keberkahan. Dalam sebuah ayat, Allah berfirman: “<em>Maukah engkau Aku tunjukkan jalan ke arah perniagaan yang menguntungkan?”</em></p>
<p>Menguntungkan alias tidak merugi. Kemana kita mencari petunjuk Allah tersebut? Jawabannya sederhana. Perhatikan istilah “tidak merugi”. Istilah tersebut dapat kita temukan dalam sebuah surat pendek yaitu Al Ashr. Allah berfirman dalam surat tersebut:</p>
<ol>
<li><em></em><em>Demi Masa</em></li>
<li><em></em><em>Sesungguhnya manusia senantiasa berada dalam kerugian.</em></li>
<li><em></em><em>Kecuali mereka yang Beriman, Beramal Sholeh, Saling mengingatkan dalam kebenaran dan Saling mengingatkan dalam kesabaran.</em></li>
</ol>
<p>Dalam tafsir menurut pandangan ekonomi islam, berdasarkan surat tersebut, ada 4 kriteria agar usaha kita tidak merugi alias menguntungkan:</p>
<p>1. Beriman, ini kaitannya dengan Hablumminallah. Bisnis, akan senantiasa dikaruniai keuntungan dan keberkahan selama pelakunya tetap beriman kepada Allah. Keuntungan tersebut bukan semata-mata diukur dari nominalnya uang, tapi juga keberkahan dari rejeki tersebut.</p>
<p>2. Beramal sholeh, berkaitan dengan hablumminannas. Berbuat baik selama menjalankan usaha, tidak berat menolong mereka yang dalam kesulitan, katakanlah masalah permodalan, perizinan, relasi. Insya Allah, amal tersebut akan dibalas dengan keuntungan yang berlipat ganda.</p>
<p>3. Saling mengingatkan dalam kebenaran, berkaitan juga dengan habluminannas. Dalam berbisnis, kejujuran merupakan salah satu aspek yang sangat berharga. Kejujuran dapat mempererat relasi dengan mitra bisnis kita, sehingga wajar apabila ia dikatakan sebagai mata uang yang berlaku dimana-mana. Sebagai usahawan yang islami, kita perlu untuk saling mengingatkan sesama kita, agar selalu menjalankan usaha dalam koridor islam, misalnya menghindari praktek penyuapan, penyelundupan, penipuan, mengurangi timbangan, korupsi dan sebagainya. Senantiasa di jalan kebenaran, jalan yang diridhoi Allah, maka Allah akan menambah rezeki dan nikmat-Nya kepada kita.</p>
<p>4. Saling mengingatkan tentang sabar, juga berkaitan dengan habluminannas. Menjalankan usaha tidak terlepas dari masa cerah dan masa suram. Saat masa suram, misalnya penjualan menurun, dagangan sepi, ataupun saat ditimpa musibah seperti ditipu mitra bisnis, maka tugas kita adalah untuk saling mengingatkan agar bersabar. Semua kendala, hambatan dan masalah itu bisa diambil hikmahnya. Insya Allah dengan mengingatkan dalam kesabaran ini, akan terbuka pintu rezeki lain, menemukan celah pasar yang baru misalnya dengan menggeser paradigma (<em>paradigma shifting</em>), ataupun merubah positioning, segmentation dan differentiation produk kita.</p>
<p>Demikian uraian singkat ini, yang mana dapat kita simpulkan bahwa dari 4 kriteria agar tidak merugi tersebut di atas, 3 di antaranya adalah menyangkut hubungan antar manusia (habluminannas). Kesimpulan itu sungguh sesuai dengan konsep ekonomi, di mana ekonomi adalah kerja kolektif, kerja sosial. Setiap individu tidak akan bisa maju dan berkembang tanpa adanya interaksi dengan individu lain. Seperti sarang lebah, setiap bidang heksagon harus berinteraksi dengan bidang heksagon lain sehingga tercipta sarang berisi madu yang kuat dan bermanfaat bagi umat.</p>
<p>Firman Allah dalam surat An Nahl ayat 69:</p>
<blockquote><p><em>“Dari perut lebah itu ke luar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia.”</em></p></blockquote>
<p>Subhanallah, Allahu akbar. Semoga bermanfaat</p>
<p>Wallahu alam bishawab.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wikusuryomurti.com/bisnis-yang-menguntungkan-menurut-islam-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ratu, Bidadari dan Mutiara</title>
		<link>http://wikusuryomurti.com/ratu-bidadari-dan-mutiara/</link>
		<comments>http://wikusuryomurti.com/ratu-bidadari-dan-mutiara/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Feb 2012 14:05:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wikusuryomurti.com/?p=133</guid>
		<description><![CDATA[Alkisah Diceritakan di salah satu pengadilan Qasim di negeri Saudi, Berdirilah seorang lelaki gagah berperawakan sedang namun berwajah teduh Hizan al Fuhaidi, dengan air mata yang bercucuran, mengalir menganak sungai sehingga membasahi janggutnya!! Hadirin di dalam ruang sidang pun tak kuasa menahan isak tangis mereka. Sebuah peristiwa yang luar biasa telah menggoncangkan perasaan mereka Mengapakah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Alkisah</p>
<p>Diceritakan di salah satu pengadilan Qasim di negeri Saudi,</p>
<p>Berdirilah seorang lelaki gagah berperawakan sedang namun berwajah teduh <strong>Hizan al Fuhaidi</strong>, dengan air mata yang bercucuran, mengalir menganak sungai sehingga membasahi janggutnya!! Hadirin di dalam ruang sidang pun tak kuasa menahan isak tangis mereka. Sebuah peristiwa yang luar biasa telah menggoncangkan perasaan mereka</p>
<p>Mengapakah Hizan menangis?</p>
<p><strong>Karena ia kalah terhadap perseteruannya dengan saudara kandungnya!!</strong></p>
<p>Tentang apakah perseteruannya dg saudaranya tersebut?? Tentang tanah kah?? Atau warisankah yang mereka saling perebutkan??</p>
<p>Bukan karena itu semua!! Bukan !!</p>
<p>Lalu kenapa wahai Hizan?? Ia kalah terhadap saudaranya terkait pemeliharaan ibunya yang sudah tua renta dan bahkan hanya memakai sebuah cincin timah di jarinya yang telah keriput.</p>
<p><a href="http://wikusuryomurti.com/wp-content/uploads/2012/02/sayang-ibu1.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-140" title="sayang ibu" src="http://wikusuryomurti.com/wp-content/uploads/2012/02/sayang-ibu1.jpg" alt="" width="226" height="325" /></a>Seumur hidupnya, sang ibu tinggal bersama Hizan yang selama ini menjaganya dan merawatnya</p>
<p>Tatkala sang ibu telah beranjak usia senja, datanglah adik Hizan yang tinggal di kota lain, untuk mengambil ibunya agar tinggal bersamanya, dengan alasan, fasilitas kesehatan dan lain-lain di kota jauh lebih lengkap daripada di desa</p>
<p>Namun Hizan menolak dengan alasan, selama ini ia mampu utk menjaga ibunya. Perseteruan ini tidak berhenti sampai di sini, hingga berlanjut ke pengadilan!!</p>
<p>Sidang demi sidang dilalui, hingga sang hakim pun meminta agar sang ibu dihadirkan di majelis..</p>
<p>Kedua bersaudara ini membopong ibunya yang sudah tua renta yang beratnya sudah tidak sampai 40 Kg!!</p>
<p>Sidang kembali dimulai<br />
Hakim yang mulia bertanya kepadanya?<br />
Wahai ibu, siapa yg lebih berhak tinggal bersamamu?<br />
Sang ibu memahami pertanyaan hakim tersebut, ia pun menjawab:<br />
sambil menunjuk ke Hizan, &#8220;Ini mata kananku!&#8221;<br />
Kemudian menunjuk ke adiknya sambil berkata, &#8220;Ini mata kiriku!!</p>
<p>Mereka berdua adalah <strong>Qurrota Aini</strong>, penyejuk mataku………………………………</p>
<p>Sang Hakim berpikir sejenak kemudian berdiskusi dengan majelis hakim lainnya. Lalu memutuskan: hak perawatan  <strong>kepada adik Hizan</strong>, berdasarkan kemaslahatan-kemaslahatan bagi si ibu!!</p>
<p><strong>Betapa mulia air mata yg dikucurkan oleh Hizan!! </strong></p>
<p>Air mata penyesalan karena tidak bisa memelihara ibunya tatkala beliau telah menginjak usia lanjutnya!!</p>
<p>Dan, betapa terhormat dan agungnya sang ibu!! yang diperebutkan oleh anak-anaknya hingga seperti ini,,!!</p>
<p>Andaikata kita bisa memahami, bagaimana sang ibu mendidik kedua putranya hingga ia menjadi <strong>Ratu</strong> , <strong>Bidadari</strong> dan <strong>Mutiara</strong> termahal bagi anak-anaknya!!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wikusuryomurti.com/ratu-bidadari-dan-mutiara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ketidaksamaan dalam Islam</title>
		<link>http://wikusuryomurti.com/ketidaksamaan-dalam-islam/</link>
		<comments>http://wikusuryomurti.com/ketidaksamaan-dalam-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Feb 2012 09:05:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi islam]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi syariah]]></category>
		<category><![CDATA[syariah]]></category>
		<category><![CDATA[Wiku]]></category>
		<category><![CDATA[Wiku Suryomurti]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wikusuryomurti.com/?p=124</guid>
		<description><![CDATA[Ketidaksamaan dalam Islam Pernahkah kita merenung, mengapa ada segolongan orang yang mempunyai kelebihan rezeki yang sangat besar dibanding yang lain. Sementara yang lain walaupun sudah membanting tulang, kepala di bawah, kaki di atas, tetap hidupnya pas-pasan. Pada kenyataannya itu merupakan sunnatullah, Allah melebihkan sebagian manusia dari sebagian yang lain. Misalnya dalam hal fisik, ilmu dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3>Ketidaksamaan dalam Islam</h3>
<p style="text-align: left;">Pernahkah kita merenung, mengapa ada segolongan orang yang mempunyai kelebihan rezeki yang sangat besar dibanding yang lain. Sementara yang lain walaupun sudah membanting tulang, kepala di bawah, kaki di atas, tetap hidupnya pas-pasan.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://wikusuryomurti.com/wp-content/uploads/2012/02/ketidaksamaan.jpg"><img class="aligncenter  wp-image-127" title="ketidaksamaan" src="http://wikusuryomurti.com/wp-content/uploads/2012/02/ketidaksamaan.jpg" alt="" width="461" height="346" /></a></p>
<p style="text-align: left;">Pada kenyataannya itu merupakan sunnatullah, Allah melebihkan sebagian manusia dari sebagian yang lain. Misalnya dalam hal fisik, ilmu dan juga rezeki.</p>
<p>Sebagaimana firman Allah:</p>
<blockquote><p>“Dan Dia-lah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia meninggikan sebagian kamu atas sebagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu cepat siksaan-Nya dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS Al -An’am [6]: 165)</p></blockquote>
<p>Jadi sesungguhnya kelebihan dalam urusan ilmu, harta maupun kekuasaan itu adalah merupakan ujian apakah seseorang itu akan tetap beriman dan bersyukur dengan kelebihan tersebut. Karena apabila tidak, maka siksa Allah itu demikian cepat (segera)</p>
<p>Kemudian lebih lanjut:</p>
<blockquote><p>“ Dan Allah melebihkan sebagian kamu dari sebagian yang lain dalam hal rezeki, tetapi orang-orang yang dilebihkan rezekinya itu tidak mau memberikan rezeki mereka kepada budak-budak yang mereka miliki agar mereka sama (merasakan) rezeki tersebut. Maka mengapa mereka mengingkari nikmat Allah?” (QS An Nahl [16] :71)</p></blockquote>
<p>Ketidaksamaan rezeki antar sesama manusia ini akan mempengaruhi kesempatannya dalam melakukan aktifitas ekonomi dalam kehidupannya. Peran serta mereka pun menjadi berbeda satu sama lain. Secara kolektif dan parsial, perbedaan diatas berkembang menjadi perbedaan antar kelompok manusia yang satu dengan yang lainnya.</p>
<p>Islam mengakui adanya hak milik perseorangan dan sepanjang hal itu membawa manfaat bagi orang lain. Dalam islam, penumpukan kekayaan atau pun kekuasaan yang berlebihan harus dihindarkan dan hal itu dilakukan dengan mendistribusikan aliran kekayaan tersebut kepada anggota masyarakat atau saudara-saudara kita yang belum beruntung.</p>
<p>Dalam surat Al Hasyr : 7, Allah berfirman:</p>
<blockquote><p>“ Supaya harta itu jangan hanya beredar di antara golongan kaya saja di kalangan kamu”<br />
(QS Al Hasyr [59]: 7)</p></blockquote>
<p>Pendistribusian itu dapat dilakukan dengan zakat infaq shadakah dan wakaf. Namun juga dapat dilakukan dengan melakukan investasi melalui pembukaan usaha baru yang otomatis membuka lapangan kerja sebagai lahan rezeki bagi mereka yang belum mempunyai pendapatan yang cukup. Tentu investasi yang baik, islami dan sebaiknya menggerakkan sektor riil perekonomian kita.</p>
<p>Solusi Islam</p>
<p>- Golongan Kaya<br />
Islam menginginkan agar golongan yang dilebihkan hartanya (kaya) menjadi sadar akan kewajibannya. Harta itu merupakan titipan dari Allah. Kepada mereka diperintahkan agar ikhlas menyedekahkan sebagian hartanya kepada golongan yang berkekurangan. Golongan kaya juga dilarang berlebih-lebihan, berlaku royal dan mubazir dalam membelanjakan hartanya tersebut serta berbuat batil terhadap orang lain.</p>
<p>Firman Allah secara khusus kepada golongan kaya:</p>
<blockquote><p>“syaithan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.”(QS Al Baqarah [2] : 268)</p></blockquote>
<p>Ayat tersebut memberikan jaminan kepada golongan kaya untuk tidak takut miskin. Dengan demikian mereka akan menjadi golongan yang lebih kaya secara ekonomi maupun rohani.</p>
<p>- Golongan Miskin<br />
Islam menjadikan mereka sebagai golongan orang yang tabah dan tahan menderita. Kepada mereka ditekankan agar bertindak dan rajin bekerja serta giat mengusahakan diri untuk kemajuan.<br />
Secara khusus Allah membela kaum miskin:</p>
<blockquote><p>“ Sesungguhnya Tuhan membeli dari segala orang-orang yang beriman akan harta benda mereka dan badan serta jiwa mereka, dengan (tukaran) bahwa sesungguhnya bagi mereka surga.“ (QS At Taubah[9] :111)</p></blockquote>
<p><strong>Penutup</strong></p>
<p>Semoga kita termasuk golongan yang dilindungi oleh Allah dan dapat melalui segala ujian dalam hidup ini, baik ujian dengan kelebihan maupun ujian dengan kekurangan. Menjadi golongan Ghaniyan Syakura yaitu golongan orang-orang kaya yang bersyukur<br />
dan jika masih dalam kekurangan, dapat menjadi <em><strong>Faqiran Shabira</strong></em> yaitu golongan fuqara yang sabar.</p>
<p>Insya Allah, Amiin.<br />
Wallahu a’lam bishawab</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wikusuryomurti.com/ketidaksamaan-dalam-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dialog Rasulullah saw dengan Iblis laknatullah</title>
		<link>http://wikusuryomurti.com/dialog-rasulullah-saw-dengan-iblis-laknatullah/</link>
		<comments>http://wikusuryomurti.com/dialog-rasulullah-saw-dengan-iblis-laknatullah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Feb 2012 07:51:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wikusuryomurti.com/?p=119</guid>
		<description><![CDATA[Diriwayatkan dari Muads bin Jabal ra., dari Ibnu Abbas ra yang berkisah : Ketika kami sedang bersama Rasulullah SAW di kediaman seorang sahabat Anshar, tiba-tiba terdengar panggilan seseorang dari luar rumah: &#8220;Wahai penghuni rumah, bolehkah aku masuk? Sebab kalian akan membutuhkanku.&#8221; Rasulullah bersabda: &#8220;Tahukah kalian siapa yang memanggil?&#8221; Kami menjawab: &#8220;Allah dan rasulNya yang lebih [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://wikusuryomurti.com/wp-content/uploads/2012/02/dialog.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-122" title="dialog" src="http://wikusuryomurti.com/wp-content/uploads/2012/02/dialog.jpg" alt="" width="400" height="300" /></a></p>
<p>Diriwayatkan dari Muads bin Jabal ra., dari Ibnu Abbas ra yang berkisah : Ketika kami sedang bersama Rasulullah SAW di kediaman seorang sahabat Anshar, tiba-tiba terdengar panggilan seseorang dari luar rumah: &#8220;Wahai penghuni rumah, bolehkah aku masuk? Sebab kalian akan membutuhkanku.&#8221;<br />
Rasulullah bersabda: &#8220;Tahukah kalian siapa yang memanggil?&#8221;<br />
Kami menjawab: &#8220;Allah dan rasulNya yang lebih tahu&#8221;.<br />
Beliau melanjutkan, &#8220;Itu iblis, laknat Allah bersamanya&#8221;.<br />
Umar bin Khattab berkata: &#8220;izinkan aku membunuhnya wahai Rasulullah&#8221;.<br />
Nabi menahannya: &#8220;Sabar wahai Umar, bukankah kamu tahu bahwa Allah memberinya kesempatan hingga hari kiamat? Lebih baik bukakan pintu untuknya, sebab dia telah diperintahkan untuk ini, pahamilah apa yang hendak ia katakan dan dengarkan dengan baik.&#8221;<br />
Ibnu Abbas RA berkata: pintu lalu dibuka, ternyata dia seperti seorang kakek yang cacat satu matanya. Di janggutnya terdapat 7 helai rambut seperti rambut kuda, taringnya terlihat seperti taring babi, bibirnya seperti bibir sapi. iblis berkata: &#8220;Salam untukmu Muhammad. Salam untukmu para hadirin&#8221;,<br />
Rasulullah SAW lalu menjawab: &#8220;Salam hanya milik Allah SWT. Sebagai mahluk terlaknat, apa keperluanmu?&#8221;<br />
iblis menjawab: &#8220;Wahai Muhammad, aku datang ke sini bukan atas kemauanku, namun karena terpaksa&#8221;.<br />
&#8220;Siapa yang memaksamu? &#8221;<br />
&#8220;Seorang malaikat utusan Allah mendatangiku dan berkata: Allah SWT memerintahkanmu untuk mendatangi Muhammad sambil menundukkan diri. Beritahu Muhammad tentang caramu dalam menggoda manusia. Jawablah dengan jujur semua pertanyaannya. Demi kebesaran Allah, andai kau berdusta satu kali saja, maka Allah akan jadikan dirimu debu yang ditiup angin&#8221;.<br />
&#8220;Oleh karena itu aku sekarang mendatangimu. Tanyalah apa yang hendak kau tanyakan. jika aku berdusta, aku akan dicaci oleh setiap musuhku. Tidak ada sesuatu pun yang paling besar menimpaku daripada cacian musuh&#8221;.</p>
<p>&#8220;Berapa yang kau pinta dari Tuhanmu?&#8221;<br />
&#8220;10 macam&#8221;<br />
&#8220;Apa saja?&#8221;<br />
&#8220;Aku minta agar Allah membiarkanku berbagi dalam harta dan anak manusia, Allah mengizinkan. Allah berfirman,</p>
<blockquote><p>&#8220;Berbagilah dengan manusia dalam harta dan anak. Dan janjikanlah mereka, tidaklah janji setan kecuali tipuan.&#8221; (QS Al-Isra :64)</p></blockquote>
<p>Harta yang tidak dizakatkan, aku makan darinya.<br />
Aku juga makan dari <strong>makanan haram dan yang bercampur dengan riba</strong>. Aku juga makan dari makanan yang tidak dibacakan nama Allah.<br />
Aku minta agar Allah membiarkanku ikut bersama dengan orang yang berhubungan dengan istrinya tanpa berlindung dengan Allah. Maka setan ikut bersamanya dan anak yang dilahirkan akan sangat patuh kepada syaithan.<br />
Aku minta agar bisa ikut bersama dengan orang yang menaiki kendaraan bukan untuk tujuan yang halal.<br />
Aku minta agar Allah menjadikan kamar mandi sebagai rumahku.<br />
Aku minta agar Allah menjadikan pasar sebagai masjidku.<br />
Aku minta agar Allah menjadikan syair sebagai Quranku.<br />
Aku minta agar Allah menjadikan pemabuk sebagai teman tidurku.<br />
Aku minta agar Allah memberikanku saudara, maka Ia jadikan orang yang membelanjakan hartanya untuk maksiat sebagai saudaraku.</p>
<blockquote><p>
Allah berfirman, &#8220;Orang &#8211; orang boros adalah saudara &#8211; saudara syaithan. &#8221; (QS Al-Isra : 27)</p></blockquote>
<p>Wahai Muhammad, aku minta agar Allah membuatku bisa melihat manusia sementara mereka tidak bisa melihatku. Dan aku minta agar Allah memberiku kemampuan untuk mengalir dalam aliran darah manusia.<br />
Allah menjawab, &#8220;silahkan&#8221;, aku bangga dengan hal itu hingga hari kiamat. Sebagian besar manusia bersamaku di hari kiamat. Iblis berkata: &#8220;Wahai Muhammad, aku tak bisa menyesatkan orang sedikitpun, aku hanya bisa membisikan dan menggoda.&#8221;<br />
Jika aku bisa menyesatkan, tak akan tersisa seorangpun. Sebagaimana dirimu, kamu tidak bisa memberi hidayah sedikitpun, engkau hanya rasul yang menyampaikan amanah. Jika kau bisa memberi hidayah, tak akan ada seorang kafir pun di muka bumi ini. Kau hanya bisa menjadi penyebab untuk orang yang telah ditentukan sengsara.Orang yang bahagia adalah orang yang telah ditulis bahagia sejak di perut ibunya. Dan orang yang sengsara adalah orang yang telah ditulis sengsara semenjak dalam kandungan ibunya.<br />
Rasulullah SAW lalu membaca ayat:</p>
<blockquote><p>&#8220;mereka akan terus berselisih kecuali orang yang dirahmati oleh Allah SWT&#8221; (QS Hud :118 &#8211; 119). Juga membaca, &#8221; Sesungguhnya ketentuan Allah pasti berlaku&#8221; (QS Al-Ahzab: 38)</p></blockquote>
<p>iblis lalu berkata: &#8221; Wahai Rasul Allah takdir telah ditentukan dan pena takdir telah kering. Maha Suci Allah yang menjadikanmu pemimpin para nabi dan rasul, pemimpin penduduk surga, dan yang telah menjadikan aku pemimpin mahluk-mahluk celaka dan pemimpin penduduk neraka. Aku si celaka yang terusir. Ini akhir yang ingin aku sampaikan kepadamu.Dan aku tak berbohong.&#8221;</p>
<p>Tahukah kau Muhammad, dusta berasal dari diriku?<br />
Akulah mahluk pertama yang berdusta.Pendusta adalah sahabatku. barangsiapa bersumpah dengan berdusta, ia kekasihku.<br />
Tahukah kau Muhammad?Aku bersumpah kepada Adam dan Hawa dengan nama Allah bahwa aku benar-benar menasihatinya. Sumpah dusta adalah kegemaranku. Ghibah (gosip) dan Namimah (adu domba) kesenanganku. Kesaksian palsu kegembiraanku. Orang yang bersumpah untuk menceraikan istrinya ia berada di pinggir dosa walau hanya sekali dan walaupun ia benar. Sebab barang siapa membiasakan dengan kata-kata cerai, isterinya menjadi haram baginya. Kemudian ia akan beranak cucu hingga hari kiamat. Jadi semua anak-anak zina dan ia masuk neraka hanya karena satu kalimat, Cerai.</p>
<p>Wahai Muhammad, umatmu ada yang suka mengulur ulur salat. Setiap ia hendak berdiri untuk salat, aku bisikan padanya waktu masih lama, kamu masih sibuk, lalu ia manundanya hingga ia melaksanakan salat di luar waktu, maka shalat itu dipukulkannya kemukanya. Jika ia berhasil mengalahkanku, aku biarkan ia salat. Namun aku bisikkan ke telinganya &#8216;lihat kiri dan kananmu&#8217;, ia pun menoleh. Pada saat itu aku usap dengan tanganku dan kucium keningnya serta aku katakan &#8216;salatmu tidak sah&#8217;. Bukankah kamu tahu Muhammad, orang yang banyak menoleh dalam salatnya akan dipukul.<br />
Jika ia salat sendirian, aku suruh dia untuk bergegas. Ia pun salat seperti ayam yang mematuk beras.<br />
Jika ia berhasil mengalahkanku dan ia salat berjamaah, aku ikat lehernya dengan tali, hingga ia mengangkat kepalanya sebelum imam, atau meletakkannya sebelum imam.Kamu tahu bahwa melakukan itu batal salatnya dan wajahnya akan diubah menjadi wajah keledai.<br />
Jika ia berhasil mengalahkanku, aku tiup hidungnya hingga ia menguap dalam salat.Jika ia tidak menutup mulutnya ketika menguap, syaithan akan masuk ke dalam dirinya, dan membuatnya menjadi bertambah serakah dan gila dunia. Dan ia pun semakin taat padaku.<br />
&#8220;Kebahagiaan apa untukmu?&#8221;,<br />
aku memerintahkan orang miskin agar meninggalkan salat. Aku katakan padanya, &#8220;kamu tidak wajib salat, salat hanya wajib untuk orang yang berkecukupan dan sehat. Orang sakit dan miskin tidak. Jika kehidupanmu telah berubah baru kau salat.&#8221;Ia pun mati dalam kekafiran. Jika ia mati sambil meninggalkan salat maka Allah akan menemuinya dalam kemurkaan.</p>
<p>Wahai Muhammad, jika aku berdusta Allah akan menjadikanku debu.<br />
Wahai Muhammad, apakah kau akan bergembira dengan umatmu padahal aku mengeluarkan seperenam mereka dari Islam?&#8221;<br />
iblis Dibantu oleh 70.000 anak &#8211; anaknya<br />
Tahukah kamu Muhammad, bahwa aku mempunyai 70.000 anak. Dan setiap anak memiliki 70.000 syaithan. Sebagian ada yang aku tugaskan untuk mengganggu ulama. Sebagian untuk menggangu anak-anak muda, sebagian untuk menganggu orang-orang tua, sebagian untuk menggangu wanta-wanita tua, sebagian anak-anakku juga aku tugaskan kepada para Zahid.</p>
<p>Aku punya anak yang suka mengencingi telinga manusia sehingga ia tidur pada salat berjamaah. Tanpanya, manusia tidak akan mengantuk pada waktu salat berjamaah.<br />
Aku punya anak yang suka menaburkan sesuatu di mata orang yang sedang mendengarkan ceramah ulama hingga mereka tertidur dan pahalanya terhapus.<br />
Aku punya anak yang senang berada di lidah manusia. Jika seseorang melakukan kebajikan lalu ia beberkan kepada manusia, maka 99% pahalanya akan terhapus.Pada setiap seorang wanita yang berjalan, anakku dan syaithan duduk di pinggul dan pahanya, lalu menghiasinya agar setiap orang memandanginya.<br />
Syaithan juga berkata, &#8220;keluarkan tanganmu&#8221;, lalu ia mengeluarkan tangannya lalu syaithan pun menghiasi kukunya. Mereka, anak-anakku selalu meyusup dan berubah dari satu kondisi ke kondisi lainnya, dari satu pintu ke pintu yang lainnya untuk menggoda manusia hingga mereka terhempas dari keikhlasan mereka. Akhirnya mereka menyembah Allah tanpa ikhlas, namun mereka tidak merasa.<br />
Tahukah kamu, Muhammad? bahwa ada rahib yang telah beribadat kepada Allah selama 70 tahun. Setiap orang sakit yang didoakan olehnya, sembuh seketika. Aku terus menggodanya hingga ia berzina, membunuh dan kufur.</p>
<p>Rasulullah SAW lalu bersabda: &#8220;Segala puji bagi Allah yang telah membahagiakan umatku dan menyengsarakanmu.&#8221;<br />
iblis segera menimpali: &#8221; tidak, tidak. Tak akan ada kebahagiaan selama aku hidup hingga hari akhir. Bagaimana kau bisa berbahagia dengan umatmu, sementara aku bisa masuk ke dalam aliran darah mereka dan mereka tak bisa melihatku.Demi yang menciptakan diriku dan memberikan ku kesempatan hingga hari akhir, aku akan menyesatkan mereka semua. Baik yang bodoh, atau yang pintar, yang bisa membaca dan tidak bisa membaca, yang durjana dan yang saleh, kecuali hamba Allah yang ikhlas.&#8221;<br />
&#8220;Siapa orang yang ikhlas menurutmu?&#8221;<br />
&#8220;Tidakkah kau tahu wahai Muhammad, bahwa barang siapa yang menyukai emas dan perak, ia bukan orang yang ikhlas. Jika kau lihat seseorang yang tidak menyukai dinar dan dirham, tidak suka pujian dan sanjungan, aku bisa pastikan bahwa ia orang yang ikhlas, maka aku meninggalkannya. Selama seorang hamba masih menyukai harta dan sanjungan dan hatinya selalu terikat dengan kesenangan dunia, ia sangat patuh padaku.&#8221;</p>
<p>Nabi lalu bertanya: &#8220;Siapa temanmu wahai iblis?&#8221;<br />
&#8220;Pemakan riba&#8221;<br />
&#8220;Siapa sahabatmu?&#8221;<br />
&#8220;Pezina&#8221;<br />
&#8220;Siapa teman tidurmu?&#8221;<br />
&#8220;Pemabuk&#8221;<br />
&#8220;Siapa tamumu?&#8221;<br />
&#8220;Pencuri&#8221;<br />
&#8220;Siapa utusanmu?&#8221;<br />
&#8220;Tukang sihir&#8221;<br />
&#8220;Apa yang membuatmu gembira?&#8221;<br />
&#8220;Bersumpah dengan cerai&#8221;<br />
&#8220;Siapa kekasihmu?&#8221;<br />
&#8220;Orang yang meninggalkan salat Jum&#8217;at&#8221;<br />
&#8220;Siapa manusia yang paling membahagiakanmu?&#8221;<br />
&#8220;Orang yang meninggalkan salatnya dengan sengaja&#8221;<br />
Amalan yang Dapat Menyakiti iblis<br />
&#8220;Apa yang kau rasakan jika melihat seseorang dari umatku yang hendak shalat?&#8221;<br />
&#8220;Aku merasa panas dingin dan gemetar.&#8221;<br />
&#8220;Kenapa?&#8221;<br />
&#8220;Sebab, setiap seorang hamba bersujud 1x kepada Allah, Allah mengangkatnya 1 derajat.&#8221;<br />
&#8220;Jika seorang umatku berpuasa?&#8221;<br />
&#8220;Tubuhku terasa terikat hingga ia berbuka.&#8221;<br />
&#8220;Jika ia berhaji?&#8221;<br />
&#8220;Aku seperti orang gila.&#8221;<br />
&#8220;Jika ia membaca Alquran?&#8221;<br />
&#8220;Aku merasa meleleh laksana timah di atas api.&#8221;<br />
&#8220;Jika ia bersedekah?&#8221;<br />
&#8220;Itu sama saja orang tersebut membelah tubuhku dengan gergaji.&#8221;<br />
&#8220;Mengapa bisa begitu?&#8221;<br />
&#8220;Sebab dalam sedekah ada 4 keuntungan baginya. yaitu keberkahan dalam hartanya, hidupnya disukai, sedekah itu kelak akan menjadi hijab antara dirinya dengan api neraka dan segala macam musibah akan terhalau dari dirinya.&#8221;<br />
&#8220;Apa yang dapat mematahkan pinggangmu?&#8221;<br />
&#8220;Suara kuda perang di jalan Allah.&#8221;<br />
&#8220;Apa yang dapat melelehkan tubuhmu?&#8221;<br />
&#8220;Taubat orang yang bertaubat.&#8221;<br />
&#8220;Apa yang dapat membakar hatimu?&#8221;<br />
&#8220;Istighfar di waktu siang dan malam.&#8221;<br />
&#8220;Apa yang dapat mencoreng wajahmu?&#8221;<br />
&#8220;Sedekah yang diam &#8211; diam.&#8221;<br />
&#8220;Apa yang dapat menusuk matamu?&#8221;<br />
&#8220;Salat fajar&#8221;<br />
&#8220;Apa yang dapat memukul kepalamu?&#8221;<br />
&#8220;Saalat berjamaah.&#8221;<br />
&#8220;Apa yang paling mengganggumu?&#8221;<br />
&#8220;Majelis para ulama.&#8221;<br />
&#8220;Bagaimana cara makanmu?&#8221;<br />
&#8220;Dengan tangan kiri dan jariku.&#8221;<br />
&#8220;Dimanakah kau menaungi anak &#8211; anakmu di musim panas?&#8221;<br />
&#8220;Di bawah kuku manusia.&#8221;<br />
orang yg dibenci iblis<br />
Rasulullah SAW lalu bertanya kepada iblis: &#8220;Kalau kau benar jujur, siapakah manusia yang paling kau benci?&#8221; iblis segera menjawab: &#8220;Kamu, kamu dan orang sepertimu adalah mahkluk Allah yang paling aku benci.&#8221;<br />
&#8220;Siapa selanjutnya?&#8221; tanya Rasulullah.&#8221;Pemuda yang bertakwa yang memberikan dirinya mengabdi kepada Allah SWT.&#8221;<br />
&#8220;Lalu siapa lagi?&#8221;<br />
&#8220;Orang Alim dan wara&#8221;<br />
&#8220;Lalu siapa lagi?&#8221;<br />
&#8220;Orang yang selalu bersuci.&#8221;<br />
&#8220;Siapa lagi?&#8221;<br />
&#8220;Seorang fakir yang sabar dan tak pernah mengeluhkan kesulitannnya kepada orang lain.&#8221;<br />
&#8220;Apa tanda kesabarannya?&#8221;<br />
&#8221; Wahai Muhammad, jika ia tidak mengeluhkan kesulitannya kepada orang lain selama 3 hari, Allah akan memberi pahala orang-orang yang sabar&#8221;.<br />
&#8220;Selanjutnya apa?&#8221;<br />
&#8220;Orang kaya yang bersyukur&#8221;<br />
&#8220;Apa tanda kesyukurannya?&#8221;<br />
&#8220;Ia mengambil kekayaannya dari tempatnya, dan mengeluarkannya juga dari tempatnya.&#8221;<br />
&#8220;Orang seperti apa <strong>Abu Bakar</strong> menurutmu?&#8221;<br />
&#8220;Ia tidak pernah menurutiku di masa jahiliyah, apalagi dalam Islam.&#8221;<br />
&#8220;<strong>Umar bin Khattab</strong>?&#8221;<br />
&#8220;Demi Allah setiap berjumpa dengannya aku pasti kabur.&#8221;<br />
&#8220;<strong>Usman bin Affan</strong>?&#8221;<br />
&#8220;Aku malu kepada orang yang malaikat pun malu kepadanya.&#8221;<br />
&#8220;<strong>Ali bin Abi Thalib</strong>?&#8221; &#8221; Aku berharap darinya agar kepalaku selamat, dan berharap ia melepaskanku dan aku melepaskannya. Tetapi ia tak akan mau melakukan itu.&#8221; (<em>Ali bin Abi Thalib selau berdzikir terhadap Allah SWT</em>)</p>
<p>Sumber :<br />
1. Kitab Tafsir Al-Qur`anul ’Azhim, Ibnu Katsir<br />
2. Kitab Tafsir Al-Karim Ar-Rahman<br />
3. Kitab Sajaratul Kaun oleh Muhyiddin Ibnu Arabi / Darul ‘Ilmi al-Munawar asy-Syamsiyah, Madinah.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wikusuryomurti.com/dialog-rasulullah-saw-dengan-iblis-laknatullah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dinar dan Dirham</title>
		<link>http://wikusuryomurti.com/dinar-dan-dirham/</link>
		<comments>http://wikusuryomurti.com/dinar-dan-dirham/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Feb 2012 05:55:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Investasi]]></category>
		<category><![CDATA[antam]]></category>
		<category><![CDATA[dinar]]></category>
		<category><![CDATA[dirham]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[logam mulia]]></category>
		<category><![CDATA[syariah]]></category>
		<category><![CDATA[Wiku]]></category>
		<category><![CDATA[Wiku Suryomurti]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wikusuryomurti.com/?p=112</guid>
		<description><![CDATA[Dinar Dirham Oleh Wiku Suryomurti ST. MSi Dinar dan Dirham adalah dua mata uang yangg disebut dalam Al Quran. Dinar adalah mata uang yang terbuat dari Emas 22 karat seberat 4,25 gram. Sedangkan Dirham terbuat dari perak seberat 2.975 gram. Sejak masa sebelum Islam, uang emas dan perak adalah alat tukar yang digunakan berbagai bangsa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dinar Dirham</p>
<p>Oleh Wiku Suryomurti ST. MSi</p>
<p>Dinar dan Dirham adalah dua mata uang yangg disebut dalam Al Quran. Dinar adalah mata uang yang terbuat dari Emas 22 karat seberat 4,25 gram. Sedangkan Dirham terbuat dari perak seberat 2.975 gram. Sejak masa sebelum Islam, uang emas dan perak adalah alat tukar yang digunakan berbagai bangsa seperti Persia, Romawi, Mesir kuno dan Saba’ (Yaman). Kemudian pada masa Rasulullah SAW, uang emas dan perak yang tetap digunakan adalah yang dibuat bangsa Romawi dan Persia. Sampai pertengahan abad ke 13 baik di negeri Islam maupun di negeri non Islam sejarah menunjukan bahwa mata uang emas yang relatif standar tersebut secara luas digunakan. Hal ini tidak mengherankan karena sejak awal perkembangannya-pun kaum muslimin banyak melakukan perjalanan perdagangan ke negeri yang jauh.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://wikusuryomurti.com/wp-content/uploads/2012/02/dinar_antam.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-116" title="dinar_antam" src="http://wikusuryomurti.com/wp-content/uploads/2012/02/dinar_antam-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a></p>
<p>Dinar dalam Quran disebutkan dalam surat Ali Imran pada ayat 75.</p>
<blockquote><p>“Di antara Ahli kitab ada orang yang jika kamu mempercayakan kepadanya harta yang banyak, dikembalikannya kepadamu; dan di antara mereka ada orang yang jika kamu mempercayakan kepadanya satu <strong>dinar</strong>, tidak dikembalikannya kepadamu kecuali jika kamu selalu menagihnya. Yang demikian itu lantaran mereka mengatakan: &#8220;tidak ada dosa bagi kami terhadap orang-orang ummi. Mereka berkata dusta terhadap Allah, padahal mereka mengetahui.” [QS Ali Imran: 75]</p></blockquote>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sedangkan Dirham disebutkan dalam Surat Yusuf, yaitu menceritakan ketika Nabi Yusuf as dijual ke pedagang budak oleh kafilah yang menemukannya di sumur di tengah padang pasir.</p>
<blockquote><p>“Dan mereka menjual Yusuf dengan harga yang murah, yaitu beberapa <strong>dirham</strong> saja, dan mereka merasa tidak tertarik hatinya kepada Yusuf”  [QS Yusuf: 20]</p></blockquote>
<p>Pelan tapi pasti, dinar dan dirham mulai digunakan sebagai mata uang alternatif yang belum resmi di masyarakat. Berkembangnya penggunaan dinar dan dirham tak lepas karena sifatnya yang dapat berfungsi antara lain:</p>
<ol start="1">
<li>Pelindung nilai dari inflasi</li>
<li>Alat tukar</li>
<li>Investasi di masa depan</li>
<li>Alat pembayar zakat</li>
</ol>
<p>Saat ini ada dua lembaga  yang menyediakan koin dinar dirham  yaitu geraidinar dan wakala nusantara. Dengan bertambahnya kesadaran masyarakat tentang dinar dan dirham, maka lambat laun permintaan akan keping dinar dan dirham semakin meningkat. Dinar dan Dirham yang beredar di Indonesia secara resmi dicetak dan diproduksi oleh Logam Mulia, sebagai anak perusahaan dari PT Aneka Tambang. Koin tersebut  mendapat sertifikat keasliannya dari Logam Mulia. Standar kadar dan berat inipun tidak hanya di sertifikasi secara nasional oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN), tetapi juga oleh lembaga sertifikasi logam mulia internasional yang sangat diakui yaitu London Bullion Market Association (LBMA). Selain Logam Mulia, kini Peruri pun telah mencetak dinar dan Dirham. Desain gambarnya pun menggunakan Masjid Istiqlal.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wikusuryomurti.com/dinar-dan-dirham/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kuesioner Profil Risiko</title>
		<link>http://wikusuryomurti.com/kuesioner-profil-risiko/</link>
		<comments>http://wikusuryomurti.com/kuesioner-profil-risiko/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Feb 2012 04:36:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Investasi]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[Perencanaan Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[risiko]]></category>
		<category><![CDATA[syariah]]></category>
		<category><![CDATA[Wiku]]></category>
		<category><![CDATA[Wiku Suryomurti]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wikusuryomurti.com/?p=106</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Wiku Suryomurti ST MSi Umumnya tidak ada ukuran baku pertanyaan yang diajukan dalam sebuah kuesioner profil risiko investor. Namun secara garis besar pertanyaannya adalah seperti berikut. Usia Di atas 50 tahun 40-50 tahun 30-40 tahun 21-30 tahun Penghasilan Gaji bulanan Hasil usaha Dana cadangan Tujuan Investasi Jangka pendek Jangka menengah Jangka Panjang Dana yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh Wiku Suryomurti ST MSi<br />
</strong></p>
<p><a href="http://wikusuryomurti.com/wp-content/uploads/2012/02/Investing_Decisions.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-107" title="Investing_Decisions" src="http://wikusuryomurti.com/wp-content/uploads/2012/02/Investing_Decisions.jpg" alt="" width="337" height="506" /></a>Umumnya tidak ada ukuran baku pertanyaan yang diajukan dalam sebuah kuesioner profil risiko investor. Namun secara garis besar pertanyaannya adalah seperti berikut.</p>
<p style="text-align: center;">
<ol start="1">
<li>Usia</li>
<ul>
<li>Di atas 50 tahun</li>
<li>40-50 tahun</li>
<li>30-40 tahun</li>
<li>21-30 tahun</li>
</ul>
<li>Penghasilan</li>
<ul>
<li>Gaji bulanan</li>
<li>Hasil usaha</li>
<li>Dana cadangan</li>
</ul>
<li>Tujuan Investasi</li>
<ul>
<li>Jangka pendek</li>
<li>Jangka menengah</li>
<li>Jangka Panjang</li>
</ul>
<li>Dana yang disisihkan untuk investasi</li>
<ul>
<li>Kurang dari 5%</li>
<li>5-10%</li>
<li>10- 25%</li>
</ul>
<li>Produk investasi yang sudah dimiliki</li>
<ul>
<li>Deposito</li>
<li>Tanah/bangunan</li>
<li>Obligasi/sukuk</li>
<li>Saham Reksadana</li>
</ul>
<li>Kesiapan bila mengalami kerugian akibat fluktuasi nilai investasi</li>
<ul>
<li>Sanggup menanggung hingga 10 %</li>
<li>Sanggup menanggung hingga 25 %</li>
<li>Sanggup menanggung hingga lebih dari 25 %</li>
</ul>
<li>Pemahaman atas produk-produk investasi dan risiko produknya</li>
<ul>
<li>Kurang paham</li>
<li>Cukup paham</li>
<li>Sangat paham</li>
</ul>
</ol>
<p>Usia yang masih muda, semakin panjang horison investasi, semakin siap menanggung potensi kerugian dalam jangka pendek, paham terhadap produk-produk investasi maka Anda akan cenderung mempunyai profil investor yang agresif</p>
<p>Sementara jika usia sudah cukup berumur, horison investasi menengah atau pendek, hanya sanggup menanggung kerugian dalam jumlah keicl,  pemahaman terhadap produk investasi kurang, maka cenderung mempunyai profil investor yang konservatif.</p>
<p>Dan yang mendekati antara keduanya atau bersifat pertengahan, maka cenderung mempunyai profil risiko moderat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Semoga bermanfaat</p>
<p>salam,</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wikusuryomurti.com/kuesioner-profil-risiko/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hakikat Investasi Syariah</title>
		<link>http://wikusuryomurti.com/hakikat-investasi-syariah/</link>
		<comments>http://wikusuryomurti.com/hakikat-investasi-syariah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Feb 2012 00:36:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Investasi]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[Perencanaan Keuangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wikusuryomurti.com/?p=101</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Wiku Suryomurti ST. MSi Syariah Islamiyah sebagai pandangan arah seorang muslim telah mengakomodasi segala kebutuhan muslim sekaligus memberikan arahan dan rambu-rambu dalam segenap aspek ibadah dan muamalah. Investasi secara umum dapat dilakukan apabila seseorang mempunyai pendapatan yang melebihi kebutuhannya terutama kebutuhan dasarnya. Investasi terkait dengan sejumlah dana tertentu yang dikorbankan untuk mendapatkan hasil yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh Wiku Suryomurti ST. MSi</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://wikusuryomurti.com/wp-content/uploads/2012/02/prinsip-investasi-syariah.jpg"><img class="size-full wp-image-103" title="prinsip investasi syariah" src="http://wikusuryomurti.com/wp-content/uploads/2012/02/prinsip-investasi-syariah.jpg" alt="" width="448" height="292" /></a></p>
<p>Syariah Islamiyah sebagai pandangan arah seorang muslim telah mengakomodasi segala kebutuhan muslim sekaligus memberikan arahan dan rambu-rambu dalam segenap aspek ibadah dan muamalah.</p>
<p>Investasi secara umum dapat dilakukan apabila seseorang mempunyai pendapatan yang melebihi kebutuhannya terutama kebutuhan dasarnya. Investasi terkait dengan sejumlah dana tertentu yang dikorbankan untuk mendapatkan hasil yang lebih baik dimasa yang akan datang yang didalam rentang waktu tersebut terkandung unsur ketidakpastian.</p>
<p>Langkah Awal adalah Kenali tujuan investasi. Dana hasil investasi tersebut Akan digunakan sebagai apa? Apakah ingin membeli rumah atau ingin membiayai sekolah maupun kuliah anak Anda? Ataukah Anda berkeinginan untuk pergi haji dalam kurun waktu tertentu? sehingga Anda berinvestasi? Berapa lama Anda berencana berinvestasi?</p>
<p>Untuk membantu mengelola investasi, perlu memahami proses Manajemen investasi. Gambarannya adalah sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Meluruskan Niat</li>
<li>Menetapkan tujuan dan sasaran investasi</li>
<li>Memahami konsep risiko</li>
<li>Membuat kebijakan investasi</li>
<li>Memilih strategi portofolio</li>
<li>Mengukur dan mengevaluasi kinerja</li>
</ol>
<p>Untuk investasi, kesuksesan dalam berinvestasi ditentukan antara lain oleh:</p>
<ul>
<li>Tujuan Yang Jelas</li>
<li>Pemilihan Produk Yang Tepat</li>
<li>Perencanaan Investasi Yang Pas dan Implementasinya</li>
<li>Keridhoan akan ketentuan Allah terkait dengan potensi risiko yang mungkin ada.</li>
</ul>
<p>Bagian yang paling penting tentu adalah implementasi. Tanpa implementasi, mau dengan rencana dan produk sebagus apapun tentu akan gagal mencapai tujuan keuangan dan investasi yang kita inginkan.</p>
<p>Jangan lupa untuk terus memantau kinerja dari investasi Anda secara rutin. Ada kalanya Anda harus beralih ke investasi lain, sekiranya kebijakan, strategi maupun kinerja investasinya tidak sesuai lagi dengan tujuan investasi Anda</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wikusuryomurti.com/hakikat-investasi-syariah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Prinsip Dasar Investasi Islam</title>
		<link>http://wikusuryomurti.com/prinsip-dasar-investasi-islam/</link>
		<comments>http://wikusuryomurti.com/prinsip-dasar-investasi-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Feb 2012 00:28:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Investasi]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[Perencanaan Keuangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wikusuryomurti.com/?p=97</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Wiku Suryomurti St. MSi Investasi pada dasarnya adalah menggunakan sumberdaya (uang atau barang) dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan ataupun tambahan manfaat. Investasi berarti penundaan konsumsi saat ini untuk konsumsi di masa yang akan datang. Dengan pengertian bahwa investasi adalah menempatkan modal atau dana pada suatu asset yang diharapkan akan memberikan hasil atau akan meningkatkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh Wiku Suryomurti St. MSi</p>
<p><a href="http://wikusuryomurti.com/wp-content/uploads/2012/02/article_financial_planning.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-98" title="article_financial_planning" src="http://wikusuryomurti.com/wp-content/uploads/2012/02/article_financial_planning-277x300.jpg" alt="" width="277" height="300" /></a>Investasi pada dasarnya adalah menggunakan sumberdaya (uang atau barang) dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan ataupun tambahan manfaat. Investasi berarti penundaan konsumsi saat ini untuk konsumsi di masa yang akan datang. Dengan pengertian bahwa investasi adalah menempatkan modal atau dana pada suatu asset yang diharapkan akan memberikan hasil atau akan meningkatkan nilainya di masa yang akan datang. Dari sini, investasi berarti diawali dengan mengorbankan potensi konsumsi saat ini untuk mendapatkan peluang yang lebih baik atau besar di masa yang akan datang.</p>
<p>Pada umumnya investasi dibedakan menjadi dua yaitu investasi pada aset keuangan dan aset riil. Aset keuangan diperoleh pada lembaga keuangan yaitu perbankan misalnya deposito. Juga pada pasar modal misalnya instrumen saham dan sukuk. Sementara aset riil adalah pada tanah, properti, logam mulia, pembukaan pabrik atau usaha dan sebagainya.</p>
<p><a href="http://wikusuryomurti.com/tujuan-investasi/">Prinsip-prinsip Islam</a> dalam muamalah yang harus diperhatikan oleh pelaku investasi syariah adalah:</p>
<ol start="1">
<li>Tidak mencari rizki pada hal yang haram, baik dari segi zatnya maupun cara mendapatkannya, serta tidak menggunakannya untuk hal-hal yang haram.</li>
<li>Tidak mendzalimi dan tidak didzalimi.</li>
<li>Keadilan pendistribusian kemakmuran.</li>
<li>Transaksi dilakukan atas dasar ridha sama ridha.</li>
<li>Tidak ada unsur riba, maysir (perjudian/spekulasi), dan gharar (ketidakjelasan/samar-samar).</li>
</ol>
<p>Dengan adanya panduan berinvestasi yang sesuai syariah, umat islam tidak perlu ragu berinvestasi untuk meningkatkan nilai asetnya demi kemaslahatan dan kemajuan bersama di masa yang akan datang.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wikusuryomurti.com/prinsip-dasar-investasi-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tahapan Perencanaan Keuangan (bagian 1)</title>
		<link>http://wikusuryomurti.com/tahapan-perencanaan-keuangan-bagian-1/</link>
		<comments>http://wikusuryomurti.com/tahapan-perencanaan-keuangan-bagian-1/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Feb 2012 00:13:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wiku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perencanaan Keuangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wikusuryomurti.com/?p=92</guid>
		<description><![CDATA[Menentukan Tujuan Keuangan. Dalam buku “7 Habits of Highly Efective People”, Steven R. Covey menyebutkan bahwa salah satu kebiasaan orang yang efektif adalah “Memulai dari Akhir”. Kebiasaan ini juga kita terapkan untuk perencanaan keuangan kita. Sejak tahap pertama kali merencanakan keuangan, kita harus menentukan apa sih tujuan terakhir yang kita inginkan dari uang kita. Mengapa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Menentukan Tujuan Keuangan.</strong></p>
<p>Dalam buku “7 Habits of Highly Efective People”, Steven R. Covey menyebutkan bahwa salah satu kebiasaan orang yang efektif adalah “Memulai dari Akhir”. Kebiasaan ini juga kita terapkan untuk perencanaan keuangan kita. Sejak tahap pertama kali merencanakan keuangan, kita harus menentukan apa sih tujuan terakhir yang kita inginkan dari uang kita.</p>
<p><a href="http://wikusuryomurti.com/wp-content/uploads/2012/02/smart_investments.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-95" title="smart_investments" src="http://wikusuryomurti.com/wp-content/uploads/2012/02/smart_investments.jpg" alt="" width="274" height="182" /></a>Mengapa harus memulai dari tujuan? Analoginya adalah seperti ini. Bayangkan bila kebetulan Anda memiliki waktu luang di hari Minggu, dan Anda hendak menghabiskannya di luar rumah. Awalnya Anda masih tidak memiliki tujuan yang jelas, yang penting bagi Anda adalah jalan-jalan di luar rumah saja. Jadi Anda keluar dari rumah, mengendarai mobil Anda tanpa arah yang pasti. Nah, di tengah jalan tiba-tiba baru Anda kepikir, oh iya minggu lalu saya ingin ke Mall A untuk membeli sesuatu. Namun karena Anda sudah menghabiskan banyak waktu untuk jalan-jalan tanpa tujuan, apalagi kalau posisi Anda sekarang justru lebih jauh dari Mall A, Anda akan membutuhkan lebih banyak waktu untuk menuju Mall A.</p>
<p>Lain ceritanya bila sejak awal Anda masuk ke mobil, Anda sudah memiliki tujuan. “Saya ingin ke Mall A”. Pada saat itu juga Anda akan “merencanakan” jalan mana yang paling cepat untuk menuju ke Mall A. Anda akan tiba ke Mall A jauh lebih cepat daripada cerita sebelumnya.</p>
<p>Begitu pula ceritanya dengan keuangan kita. Apabila sejak awal kita sudah menentukan apa saja sih tujuan yang ingin kita capai dengan uang yang kita miliki, kita dapat membuat rencana keuangan yang sesuai, mengimplementasikannya sehingga akhirnya tujuan kita bisa tercapai dalam waktu yang lebih cepat.</p>
<p>Apa saja sih tujuan keuangan? Berikut adalah tujuan-tujuan keuangan jangka panjang:</p>
<ol>
<li>Dana untuk membiayai pendidikan anak.</li>
<li>Perlindungan keluarga dari resiko finansial.</li>
<li>Pergi ber-umrah dan haji</li>
<li>Warisan untuk anak.</li>
<li>Penghematan pajak.</li>
</ol>
<p>Selain itu, juga ada tujuan-tujuan keuangan untuk jangka pendek, seperti:<br />
1. Membeli asset seperti rumah, mobil, elektronik, dan lain-lain.<br />
2. Rencana liburan akhir tahun.</p>
<p>Dalam menentukan tujuan keuangan kita harus menggunakan metode SMART yaitu <em>Spesifik</em>, <em>Measurable</em>, <em>Achievable</em>, <em>Realistik</em> dan <em>Time-Frame</em>.</p>
<ol>
<li><strong>Spesifik</strong> artinya kita harus dapat membayangkan tujuan kita secara detail. Misalkan untuk dana pendidikan anak, kita harus sudah dapat memperkirakan ke universitas mana anak kita akan mengambil gelar sarjana. Untuk dana pensiun kita harus sudah dapat membayangkan bagaimana kehidupan yang kita inginkan pada saat kita tua nanti.</li>
<li><strong>Measurable</strong> artinya dapat diukur, dalam hal ini alat ukurnya adalah mata uang. Misalkan saja kita ingin membuat rencana untuk liburan akhir tahun, kita harus memperkirakan berapa banyak uang yang akan dibutuhkan untuk liburan kita nanti.</li>
<li><strong>Achievable</strong> berarti dapat kita capai. Agar tidak menjadi pungguk yang merindukan bulan, sebaiknya tujuan keuangan disesuaikan dengan kemampuan keuangan kita.</li>
<li><strong>Realistik</strong> berarti tujuan kita masuk akal, bukan merupakan khayalan yang tidak dapat diwujudkan dalam dunia nyata.</li>
<li><strong>Time Frame</strong> berarti kita harus memiliki jangka waktu yang jelas untuk mencapainya. Misalkan saja untuk dana pendidikan anak, kita harus tahu jelas kapan sang anak akan masuk ke universitas. Untuk rencana pensiun kita harus tahu pada umur berapa kita akan pensiun.</li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wikusuryomurti.com/tahapan-perencanaan-keuangan-bagian-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

