06:52 pm - Sunday 20 May 2012

Ekonomi Syariah

By wiku - Tue Feb 07, 7:41 am

oleh Wiku Suryomurti ST. MSi

Ekonomi Syariah Ekonomi masa Depan

Sistem ekonomi merupakan sebuah framework yang menyusun tatanan kehidupan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. sedangkan bagi negara adalah bagaimana menyusun kebijakan untuk mengatur agar kegiatan berekonomi dalam masyarakat dapat berjalan lancar dan memenuhi kebutuhan masyarakat akan produk dan jasa serta alat tukar resmi.

Ekonomi syariah atau ekonomi yang dibangun berdasar asas syariah (aturan) agama islam dalam sejarah telah dipraktekkan pada masa Rasulullah SAW yang dilanjutkan masa khulafaur rasyidin dan generasi sesudahnya. Sebelumnya nilai-nilai tersebut telah tertanam pada masa Nabi-nabi sebelumnya. Seperti bagaimana mencari nafkah dengan berbagai profesi yang ditunjukkan oleh para Nabi. Misalnya Nabi Zakaria adalah tukang kayu, Nabi Daud sebelum jadi raja adalah tukang pandai besi, Nabi Isa adalah penggembala. Demikian juga nabi Musa. Selain itu Nabi Yusuf mengajarkan tentang pertanian dan kebijakan negara mengenai pangan.
Ketika memasuki imperialisme barat yang diawali ekspedisi columbus, bartolomeus diaz, magellan, cortez, hingga cornelis de houtman dari belanda, sistem ekonomi berkeadilan ditenggelamkan oleh sistem ekonomi kapitalis dan liberal. Kapitalisme yang mengutamakan kekuatan kapital dan kebebasan berkehendak, ditopang oleh teori darwin - fittest of the strongest, yang kuat yang menang, kemudian menjalar ke segala sendi kehidupan. Moral, keadilan, silaturahmi, maslahat umat hingga keberkahan tak dikenal dalam sistem ini.
Sistem kapitalis dan liberal juga mendorong aksi imperialisme untuk menguasai sumber-sumber daya alam dari bangsa lain, ditandai dengan perang demi perang serta kejatuhan dinasti dan kerajaan.
Sebagai sistem buatan manusia tentunya, sistem ini rentan karena fitrahnya bertentangan dengan kehendak Tuhan. Perlawanan datang dari sistem ekonomi Sosialis. Namun sistem ini juga rentan ketika akhirnya runtuh bersamaan dengan runtuhnya Uni Sovyet.

Wajah asli sistem ekonomi kapitalis menjadi lebih terbuka dengan krisis demi krisis. Rentangnya pun semakin lama semakin dekat. Beberapa penyebab krisis adalah ketamakan, ketidakadilan, ketidakjujuran, tak adanya moral dan etika dalam berekonomi.

Bangkitnya kembali Sistem ekonomi Islam dimulai dengan inisiatif pembahasan soal bunga bank dan riba yang mendorogn berdirinya bank syariah pertama yaitu Mit Al Ghamr di Mesir. Gairah ini kemudian menjalar ke negara-negara lainnya terutama negara yang mayoritas penduduknya adalah muslim. Indonesia, Malaysia, Iran, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Pakistan, Sudan dan seterusnya.
Di tahun 2000 an, kajian ekonomi syariah pun memasuki negara-negara barat. Satu persatu negara tersebut membuka bank syariah seperti di Inggris dan Amerika. Selain bank syariah, asuransi syariah juga mulai banyak didirikan. Selanjutnya Pasar modal syariah dengan produknya yang fenomenal yaitu Sukuk yang sebelumnya dikenal dengan obligasi syariah.
Tinggal menunggu waktu, ekonomi syariah akan leading, menjadi pemimpin dan dicari oleh masyarakat dunia.
Eropa sudah membuka diri, Inggris, Luxemburg, Jerman, Perancis, Swiss, hingga Vatikan sudah menyuarakan dukungan pengembangan konsep ekonomi dan keuangan syariah di negara masing-masing. Pelan tapi pasti.

Sekarang ini trend terus berlanjut, beberapa bisnis mulai melirik konsep syariah karena terbukti sistem ini lebih adil, transparan dan menentramkan.
Kami sendiri mendukung perubahan tersebut dengan mendirikan rasyidin enterprise, yaitu grup usaha yang mendorong dan membantu partner kami dalam bentuk coaching dan training tentang konsep perusahaan dan bisnis syariah. Semoga sumbangsih kecil ini bermanfaat.

Bagaimana dengan Anda?

Leave a Reply