Home » UMUM » Ketidaksamaan dalam Islam

Ketidaksamaan dalam Islam

Pernahkah kita merenung, mengapa ada segolongan orang yang mempunyai kelebihan rezeki yang sangat besar dibanding yang lain. Sementara yang lain walaupun sudah membanting tulang, kepala di bawah, kaki di atas, tetap hidupnya pas-pasan.
Pada kenyataannya itu merupakan sunnatullah, Allah melebihkan sebagian manusia dari sebagian yang lain. Misalnya dalam hal fisik, ilmu dan juga rezeki.

Sebagaimana firman Allah:

“Dan Dia-lah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia meninggikan sebagian kamu atas sebagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu cepat siksaan-Nya dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

(QS Al -An’am [6]: 165)

Jadi sesungguhnya kelebihan dalam urusan ilmu, harta maupun kekuasaan itu adalah merupakan ujian apakah seseorang itu akan tetap beriman dan bersyukur dengan kelebihan tersebut. Karena apabila tidak, maka siksa Allah itu demikian cepat (segera)

Kemudian lebih lanjut:

“ Dan Allah melebihkan sebagian kamu dari sebagian yang lain dalam hal rezeki, tetapi orang-orang yang dilebihkan rezekinya itu tidak mau memberikan rezeki mereka kepada budak-budak yang mereka miliki agar mereka sama (merasakan) rezeki tersebut. Maka mengapa mereka mengingkari nikmat Allah?”

(QS An Nahl [16] :71)

Ketidaksamaan rezeki antar sesama manusia ini akan mempengaruhi kesempatannya dalam melakukan aktifitas ekonomi dalam kehidupannya. Peran serta mereka pun menjadi berbeda satu sama lain. Secara kolektif dan parsial, perbedaan diatas berkembang menjadi perbedaan antar kelompok manusia yang satu dengan yang lainnya.

Islam mengakui adanya hak milik perseorangan dan sepanjang hal itu membawa manfaat bagi orang lain. Dalam islam, penumpukan kekayaan atau pun kekuasaan yang berlebihan harus dihindarkan dan hal itu dilakukan dengan mendistribusikan aliran kekayaan tersebut kepada anggota masyarakat atau saudara-saudara kita yang belum beruntung.

Dalam surat Al Hasyr : 7, Allah berfirman:

“ Supaya harta itu jangan hanya beredar di antara golongan kaya saja di kalangan kamu”

(QS Al Hasyr [59]: 7)

Pendistribusian itu dapat dilakukan dengan zakat infaq shadakah dan wakaf. Namun juga dapat dilakukan dengan melakukan investasi melalui pembukaan usaha baru yang otomatis membuka lapangan kerja sebagai lahan rezeki bagi mereka yang belum mempunyai pendapatan yang cukup. Tentu investasi yang baik, islami dan sebaiknya menggerakkan sektor riil perekonomian kita.

Solusi Islam

- Golongan Kaya
Islam menginginkan agar golongan yang dilebihkan hartanya (kaya) menjadi sadar akan kewajibannya. Harta itu merupakan titipan dari Allah. Kepada mereka diperintahkan agar ikhlas menyedekahkan sebagian hartanya kepada golongan yang berkekurangan. Golongan kaya juga dilarang berlebih-lebihan, berlaku royal dan mubazir dalam membelanjakan hartanya tersebut serta berbuat batil terhadap orang lain.

Firman Allah secara khusus kepada golongan kaya:

“syaithan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.”

(QS Al Baqarah [2] : 268)

Ayat tersebut memberikan jaminan kepada golongan kaya untuk tidak takut miskin. Dengan demikian mereka akan menjadi golongan yang lebih kaya secara ekonomi maupun rohani.

- Golongan Miskin
Islam menjadikan mereka sebagai golongan orang yang tabah dan tahan menderita. Kepada mereka ditekankan agar bertindak dan rajin bekerja serta giat mengusahakan diri untuk kemajuan.

Secara khusus Allah membela kaum miskin:

“ Sesungguhnya Tuhan membeli dari segala orang-orang yang beriman akan harta benda mereka dan badan serta jiwa mereka, dengan (tukaran) bahwa sesungguhnya bagi mereka surga.“

(QS At Taubah[9] :111)

Penutup

Semoga kita termasuk golongan yang dilindungi oleh Allah dan dapat melalui segala ujian dalam hidup ini, baik ujian dengan kelebihan maupun ujian dengan kekurangan. Menjadi golongan Ghaniyan Syakura yaitu golongan orang-orang kaya yang bersyukur
dan jika masih dalam kekurangan, dapat menjadi Faqiran Shabira yaitu golongan fuqara yang sabar.

Insya Allah, Amiin.
Wallahu a’lam bishawab

Share and Enjoy:
  • Print this article!
  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • LinkedIn
  • Twitter
About This Post
Posted by wikusuryomurti on Nov 16th, 2009 and filed under UMUM. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response via following comment form or trackback to this entry from your site

Leave a Reply

Spam Protection by WP-SpamFree