Home » UMUM » Cerita tentang kopi

Cerita tentang kopi

Cerita tentang kopi

Pertama kali di konsumsi oleh masyarakat di provinsi kaffa, ethiopia saat ini. Mungkin ini menyebabkan kemudian tanaman ini disebut coffee.

Tanaman ini lalu dibawa ke arab dan yaman pada abad ke 15 melalui sebuah pelabuhan bernama mocha  yg saat ini dikenal sebagai salah satu jenis kopi itu sendiri.

Sementara istilah Cafe diperkirakan berasal dari asimilasi nama kopi yang di arab disebut qahwah, dan di turki dikenal dengan nama qahvay.

Di indonesia sendiri kopi dibawa oleh penjajah belanda di abad 17 setelah sebelumnya dicoba ditanam di daerah malabar, india. Itulah kenapa di daerah pasundan pun ada nama pegunungan malabar. Hingga saat ini Indonesia dikenal sebagai pengekspor kopi terbesar nomer 4 di dunia.

Arabica dan Robusta

ada dua jenis tanaman kopi yaitu arabica dan robusta, berikut ini ciri-ciri mereka:

ARABICA ROBUSTA
Tahun ditemukan 1753 1895
Kromosom (2n) 44 22
Waktu dari berbunga sampai berbuah 9 bulan 10-11 bulan
Berbunga setelah hujan tidak tetap
Buah matang jatuh di pohon
Produksi (kg/ha) 1500-3000 2300-4000
Akar dalam dangkal
Temperatur optimal (rata2 /tahun) 15-24° C 24-30° C
Curah hujan optimal 1500-2000 mm 2000-3000 mm
Pertumbuhan maksimum 1000-2000 m 0-700 m
Kandungan kafein 0,8-1,4% 1,7-4,0%
Bentuk biji datar oval
Karakter rebusan asam pahit

Kopi dan Kafein

Kandungan utama dari kopi adalah kafein, namun bukan hanya kopi yg mengandung kafein. Berikut ini adalah kandungan kafein dari beberapa produk:

  • Secangkir kopi = 100-150 miligram kafein.
  • Secangkir single-espresso = 80-120 miligram kafein.
  • Secangkir teh = 40 miligram kafein.
  • Coklat ukuran sedang = 20-60 miligram kafein.
  • Sebotol minuman kola = 40-60 miligram kafein, atau 1/2 kandungan kafein dalam secangkir kopi/espresso.

Manfaat kopi

banyak pro kontra soal kopi dan pengaruhnya bagi kesehatan, namun penelitian terakhir menyatakan banyak manfaat dari kopi, tentunya dalam porsi yg secukupnya.

  • mengurangi resiko kanker usus besar sampai 25% (dibandingkan dengan yang tidak mengkonsumsi kopi),
  • mengurangi resiko batu empedu sampai 45%,
  • mengurangi resiko sirosis hati sampai 80%,
  • mengurangi resiko penyakit Parkinson 50-80%
  • mengurangi frekuensi serangan asma sampai 25%,
Share and Enjoy:
  • Print this article!
  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • LinkedIn
  • Twitter
About This Post
Posted by wikusuryomurti on Jun 24th, 2009 and filed under UMUM. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response via following comment form or trackback to this entry from your site

Leave a Reply

Spam Protection by WP-SpamFree